Hari ini mendapat kabar dari Jabodetabek. Tepatnya dari Tangerang. Mochammad Fauzan Yustinov Ramadhan diterima di Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI-ITB). Selamat ya Fauzan!

Teringat Juni 2016. Sewaktu itu libur panjang. Diantar orangtua berlibur di Tegal, remaja yang mirip sosok Rio Haryanto ini belajar offline di Sekolah Ilmu Eksakta (SIE), tempat saya mengajar matematika, fisika dan kimia. Lebih tepatnya saya mengajar berpikir melalui matematika, fisika dan kimia.

Pandemi membuka kesempatan yang selama ini hampir mustahil. Belajar online telah menjadi kebutuhan dan kebiasaan.

Tapi sebenarnya kami belum siap. SIE online hanya terlintas, belum terpikir secara serius. Sampai kemudian tiba-tiba datang kabar dari Tangerang. Bahwa dua adik kembar Fauzan, yaitu Reihan dan Mahardhika, tertarik belajar ke Pak Thoha.

Mau tidak mau kami harus siap. Bermula belajar Zoom melalui webinar Matematika Detik, kami mulai membuka pembelajaran jarak jauh. SIE online!

Sebagai eksperimen, terutama penyesuaian dengan Zoom, hanya belajar mapel matematika. Mulai bulan depan sudah lengkap: matematika, fisika, kimia.

Asalkan koneksi lancar, belajar secara online secara umum tidak lebih buruk daripada belajar offline. Memang, offline lebih efektif tapi online jauh lebih efisien.

Sekarang saya sedang menuntaskan Matematika Detik (MD) Level B “Otak Bukan Kalkulator”. Terpikir, insya Allah, jika instrumen Level B sudah selesai, semoga SIE online dapat menjangkau siswa lebih banyak lagi di wilayah yang lebih luas. Aamiin.

*Ahmad Thoha Faz

BERMULA DARI “RIO HARYANTO”: JABODETABEK BELAJAR KE TEGAL

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *