Ahmad Thoha Faz
Menerima sains dan tidak peduli apa yang melandasinya (filsafat) sangat kentara menjadi alasan “pola pikir kafir” disebarkan secara luas oleh pendidikan Islam dengan penuh semangat. Akibatnya banyak muslim “meyakini” bahwa jagad raya ini ada dan bisa dipahami dengan dipecah-pecah.
Sebaliknya, sebagai contoh, pemikir dan pendidik muslim malu membicarakan tentang malaikat di balik setiap fenomena alam. Jika menyebutkan malaikat pun dipaksa-paksakan, karena ketidakpedulian kita untuk membaca fenomena alam lebih terang dan teliti.
Wallahu a’lam.
#TitikBa: segalanya satu, utuh tak terbagi dan sejatinya tidak ada.
SAINS, BUKAN FILSAFAT, YANG LEBIH DEKAT DENGAN KEKAFIRAN