Ahmad Thoha Faz

#TitikBa¬†adalah judul kurikulum yang dilalui seorang santri bernama Raden Syahid untuk meraih gelar “Sunan Kalijaga”. Berikutnya, melalui media wayang dan sebagainya, beliau menyebarkan ajaran Titik Ba.

Poci hanya akan mengucurkan apa yang menjadi isinya. Bukankah begitu?

Titik Ba versi Sunan Kalijaga tentu berbeda dengan Titik Ba yang kami susun. Guru dari Raden Syahid adalah Sunan Bonang, sedangkan “Titik Ba milenial” disusun dengan batu kata atom, aksioma, energi dan semacamnya.

Titik Ba milenial tidak disusun di pinggir kali. Jika ada semacam momen semedhi, itu terjadi selama sekitar 100 hari di atas pohon rambutan.

Wallahu a’lam. Sekadar menegaskan bahwa Titik Ba bukan gagasan orisinal seorang Ahmad Thoha Faz. Sebaliknya, ia pernah dan terus hidup ribuan tahun. Hanya saja seperti hantu, dibicarakan dengan suara lirih dan untuk menakut-nakuti.

Hari ini, Titik Ba mulai diterima oleh beragam komunitas: NU, Muhammadiyah, Salman ITB, Maiyah, dsb. Alhamdulillah.

Titik Ba: segalanya satu, utuh tak terbagi dan sejatinya tidak ada.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, keramaian dan dalam ruangan
Gambar mungkin berisi: 2 orang
Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan
Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang duduk
Gambar mungkin berisi: luar ruangan
“DAKWAH” TITIK BA DI ERA MILENIAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *