TOSM
TOSM

Kecepatan hitung setiap siswa berbeda. Banyak faktor, terkait koordinasi otak, mata dan pulpen di ujung tangan. Namun, ada nilai minimum tertentu, supaya siswa dapat menikmati dan mengikuti pelajaran yang melibatkan bilangan di sekolah.Apapun “makanan” materinya, “minuman” pendampingnya adalah TKKB (Tambah-Kurang-Kali-Bagi). Mereka yang gagap mengoperasikan TKKB dipastikan payah di sekolah.

Bagaimana kita mengetahui penguasaan TKKB siswa? TOSM (Test of Second Mathematics) berfungsi sebagai alat ukur dan sekaligus instrumen latih kecepatan hitung.

Semua siswa yang menguasai ilmu eksakta dengan baik PASTI memiliki skor TOSM baik. Hal sebaliknya tidak begitu berlaku, beberapa siswa dengan skor TOSM bagus ternyata nilai eksakta hanya sedang-sedang saja.

Skor TOSM tertinggi yang dicapai saat ini adalah 75,5 operasi per menit (OPM) atas nama Alif Rizki Ramadhan (semasa di kelas 11 SMA Negeri 1 Tegal) yang mengerjakan TOSM pada 25 Februari 2015. Mungkin seperti yang anda duga, skor 75,5 opm adalah untuk operasi tambah. Dalam sistem klasifikasi TOSM, Alif adalah jenderal berbintang dua.

Hardika Wiga Pradana, ranking 1 paralel di SMA Negeri 1 Tegal pada angkatannya, “hanya” mendapat skor 57,3 OPM. Silakan periksa pada gambar Klasifikasi TOSM terlampir. Hardika masuk kategori apa?

Serupa dengan skor IQ, skor TOSM tinggi penting, tapi terlalu tinggi tidak begitu penting. Yang bermasalah adalah skor TOSM yang terlalu rendah. Kabar baiknya, berbeda dengan IQ, skor TOSM dapat ditingkatkan melalui praktik yang benar. Antara lain melalui #MatematikaDetik Level A: BACA ANGKA SECEPAT BACA KATA. Praktik yang tidak tepat, seperti kebiasaan menggunakan jari-jemari untuk berhitung, malah akan semakin merusak.

Berapa skor Anda? Anak anda?

NILAI BAKU KECEPATAN HITUNG, BERAPA?

Tinggalkan komentar

Tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *