14 Agustus lalu baru saja berbincang tentang kemungkinan merancang alat pembaca #ToSM (Test of Second Mathematics). “Hardware sama dengan pembaca LJK. Hanya beda di software,” kata petinggi PT Intan Pariwara yang lulusan Fisika UGM.

18 Agustus, aku diskusikan ide itu dengan dosen matematika FMIPA UNNES, yang jauh-jauh datang ke Tegal untuk mengenal #MatematikaDetik. “Sangat mungkin,” kata beliau, sambil memaparkan kemungkinan detail perancangan. Terkait pemanfaatan sistem koordinat untuk membedakan tulisan tangan yang sebenarnya cuma 10 karakter (1,2,…,8,9,0).

Hari ini, aku membaca posting asyik dari Mr Paul Christian, lengkap dengan gambar Homer Simpson.

Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.
SCANNER ToSM, MENGAPA TIDAK?

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *