Dalam pandangan PPMD, Tegal adalah sebuah laboratorium raksasa. Oleh karena itu, Matematika Detik (MD) harus tersebar merata di seluruh sekolah dan keluarga terdidik di Tegal. Masyarakat Tegal tersadarkan adanya masalah kelucuan dan kerancuan belajar di sekolah dan memahami gagasan Matematika Detik secara utuh.

Mr Su Pangat (penasehat PPMD), pemilik 9 unit jaringan toko buku Media Ilmu, siap menyambut kehadiran Matematika Detik.

Inna fi ba’dhil kalami sihr (sesungguhnya pada sebagian ucapan terkandung sihir). Titik Ba telah menyihir Tegal. Sebentar lagi Matematika Detik, dengan sihir yang lebih masif. Bismillah.

Mr Arif Maulana (direktur PPMD) telah memulai pergerakan TOSM (Test of Second Mathematics). Setelah dari Slawi, yaitu SMP Muhammadiyah dan dua sekolah paling prestisius di Kabupaten Tegal (SMP dan SMA Negeri 1 Tegal) tidak lama lagi akan bergerak di seluruh Kabupaten Tegal.

PPMD sangat kecil. Bagaimana bisa menaklukkan seluruh Kabupaten Tegal hingga ke pelosok? Pemkab Tegal telah meminta dibuatkan proposal untuk disampaikan ke mitra kerja komisi X (kemendikbud, kemenristekdikti, kemenpar dan BEKRAF). Semoga terwujud untuk membuat Tegal demam MD.

Kamp MD (Kampung Matematika Detik), dengan lurahnya Abah Muhammad Abduh, akan membuktikan bahwa Matematika Detik bukan gagasan lokal. Pertengahan Maret 2017, Kamp MD edisi perdana, akan dikunjungi rombongan dari Jakarta dan Palembang.

MATEMATIKA DETIK MENAKLUKKAN SLAWI

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *