poros digital

Diskusi dengan petinggi DPD KNPI Kabupaten Tegal (Syamsul Falah, Ersal Aburizal dan Marzuki Akhmad). Mereka siap melakukan pendataan digital “by name by address by photo”. Selain melakukan pendataan yang beda dengan pola sebelumnya, generasi digital itu juga akan melakukan sosialisasi internet marketing. Ya, DPD KNPI dengan 18 jaringan pengurus kecamatan adalah lokomotif gerakan melek internet marketing.

Data masif yang terkumpul itu nantinya disatukan ke satu pangkalan data bernama SI POTJI (Sistem Informasi Poros Digital Tegal Jepangnya Indonesia). Yang saat ini sedang mengembangkan SI POTJI adalah Lubby Masfar Muzetha, mahasiswa Ilmu Komputer UI yang saat ini sedang kerja praktek di Potji.com “Portal Tegal Jepangnya Indonesia”.

Data yang terkumpul di SI POTJI nantinya akan mengalir ke, pertama, website Potji.com, yang sekarang sedang dirancang-ulang oleh Oriza Wahyu Utami, mahasiswa Teknik Industri UNDIP. Rancangan Oriza, yang merupakan penelitian Tugas Akhir, merupakan perbaikan dari website sebelumnya, yaitu karya 4 (empat) mahasiswa STMIK YMI.

Nanti yang akan mengunggah ke potji.com adalah siswa-siswi dari SMK terbaik di Kabupaten Tegal: SMK Negeri 1 Adiwerna dan SMK Negeri 1 Slawi. Selain tentu saja para operator dan administrator di sekretariat maupun unit layanan Potji.com yang dipimpin oleh manajer Potji.com (Fani Mohammad).

Kedua, data dari SI POTJI juga akan digunakan oleh Kampung UKM Digital, yang merupakan kerja sama antara KADIN, PT Telkom dan Potji.com. Sebagai manajer adalah Ersal Aburizal, lulusan Teknik Material ITS yang kini menjadi pengurus KADIN yang sekaligus pengurus KNPI.

Ketiga, data berkualitas dan berlimpah nantinya akan dimanfaatkan oleh mahasiswa yang tertarik mengadakan penelitian tentang Tegal. Poros Ristek berperan penting di sini, yaitu untuk menjembatani keilmuan akademisi dan masyarakat Tegal. Poros Ristek akan mengundang otak terbaik Tegal yang bertebaran di kampus di seluruh Indonesia, seperti ITB, UI, UGM, ITS, IPB, STIS, dan sebagainya untuk “mudik intelektual”.

Ini adalah era digital, di mana “jarak geografis” seharusnya bukan menjadi masalah. “Jarak psikologis”, yaitu keterikatan dengan masyarakat dan budaya Tegal, itu yang jauh lebih menentukan. Maka, ketika bicara kalangan akademisi, kita bicara tentang kampus nasional, bahkan global, tidak terbatas pada kampus lokal. Kita bisa!

Ini bukan sekadar wacana, karena embrio Poros Ristek sedang tumbuh di sekretariat Potji.com. Saat ini, karena masih menginduk di Potji.com, Poros Ristek hanya menggarap satu tema, yaitu internet marketing. Saat ini, sejumlah mahasiswa Poltek Harber Kota Tegal sedang membuat website trasamart sebagai subdomain potji.com. Juga ada yang sedang belajar menjadi pewarta dan pemasar online, dibawah bimbingan Muhammad Abduh, pemilik panturabisnis.com yang juga pemred RADAR Tegal (2008-2015).

Belum lama ini Ahmad Thoha Faz berdiskusi dengan Kabid Perencanaan dan Penganggaran (Faried Wajdy) dan Kabid Litbang dan Statistika (Darmanto), keduanya merupakan bagian dari BAPPEDA, untuk kemungkinan memadukan konsep Poros Ristek dengan DRD (Dewan Riset Daerah). Semoga harapan pembangunan yang berdasarkan ilmu, yakni berdasarkan data yang berkualitas dan riset yang terstruktur, sistematis, masif dan berkelanjutan, dapat segera terwujud.

CARA KERJA POROS DIGITAL

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *