Fondasi Matematika Detik MD) sangat sederhana. MD dibangun di atas postulat (dalil) “berpikir cepat lebih cepat daripada berpikir lambat”. Sangat sederhana, bukan? Masalahnya, detail-operasional bagaimana?

Saya sendiri sebenarnya tidak paham matematika. Prestasi terbaik saya adalah mendapat catatan dari guru matematika SMA Negeri 1 Tegal, “Walaupun kamu pinter sundul langit, jangan sombong!!!” Bagi saya itu sebuah penghargaan, karena telah mengerjakan tes sumatif kurang dari 20 menit yang kemudian mendapat nilai sempurna, tertinggi dan satu-satunya di Kota Tegal. Tidak ada prestasi lebih baik yang saya raih. Hanya itu.

Saya percaya diri merumuskan MD, sebab orang yang seperti saya adalah mayoritas. Saya sering terintimidasi dengan istilah, rumus maupun aturan matematika. Ternyata yang mengalami kesulitan seperti itu banyak. Sangat banyak. Siapa lagi yang mau bersuara untuk kepentingan mayoritas?

Namun, tugas besar ini tidak mungkin saya tanggung sendiri. Beruntung, saya sering membaca tulisan Bung Sandy. Sangat mewakili pikiran saya tentang Matematika Detik. Oleh karena itu, peraih 17 emas KTOM (Kontes Terbuka Olimpiade Matematika) ini saya ajak bergabung menulis Level B #Otak_Bukan_Kalkulator.

“Nanti saya bantu menulis Level C,” kata Bintang Alam Semesta. Sarjana teknik dirgantara ITB ini adalah juara kalkulus di beberapa kampus: UNJ (juara 1), ITS (juara 2) dan ITB (juara 1). Bintang juga peraih perunggu dan perak pada ONMIPA-PT.

Bintang telah membaca tuntas Matematika Detik Seri 1 “Inspirasi, Fondasi dan Garis Besar”. Dia mendapatkannya langsung dari si penulis, hadiah sebagai peraih skor ToSM tertinggi di antara wisudawan ITB.

Level C #Berpikir_Sebelum_Bicara adalah lanjutan Level B. Senang sekali Bintang bersedia menjadi editor, sehingga dapat mengenal gagasan Level B sejak dari kompor.

“Apa saja tugas editor Mas Thoha?”

“Memeriksa kerunutan dan kekokohan argumentasi.Memeriksa kebahasaan. Apakah sudah efektif? Tidak ada salah tulis?”

*Ahmad Thoha Faz, Tegal

EDITOR

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *