Faiq Miftakhul Falakh
Faiq Miftakhul Falakh Saat mengikuti TOSM

“Saya sudah di Jerman,” kata Faiq Miftakhul Falakh, dosen Ilmu Komputer UI.

Rencananya, mantan ketua OSIS SMA Negeri 1 Tegal dan juga mantan ketua Sintesa UI tadi, mau saya ajak bergabung ke dalam tim PPMD (Perhimpunan Pengembangan Matematika Detik) kalau nanti diundang Balitbang Kemendikbud.

Tentu saja saya sangat selektif memilih delegasi PPMD (Perhimpunan Pengembangan Matematika Detik). Tolok ukurnya adalah kompetensi, kontribusi, rekam jejak dan keterwakilan. Faiq memenuhi kriteria tersebut, karena sudah sejak mahasiswa berkontribusi nyata dengan memimpin tim yang membangun website Metode aRTi. Bahkan lebih jauh lagi, putra asli Tegal ini adalah pembaca Titik Ba. Terakhir, sedang mengembangkan TOSM online.

Baca Juga : Ajaran Sesat Di SMA Negeri 1 Kota Tegal

Selain Faiq, Nita Rahma sebenarnya ingin saya ajak. Sayangnya, arek Suroboyo ini kini tinggal di Emirat Arab. Nita adalah pembaca Titik Ba, editor Matematika Detik dan terutama rekan satu angkatan saya di Teknik Industri ITB.

Akhirnya hanya dua anggota tim PPMD (Perhimpunan Pengembangan Matematika Detik) yang dapat saya ajak. Pertama adalah Aswian Editri, yang kini dosen di Universitas Hamzanwadi, Lombok Timur, NTB. Aswian adalah editor dan promotor jauh sebelum Titik Ba terbit. Saat ini programmer andal lulusan ITB ini berjasa menyebarkan gagasan Matematika Detik di Pulau Lombok.

Kedua, Jauhari Efendi, satu-satunya adik angkatan yang datang pada pernikahan kami, September 2004. Putra asli Palembang kini pulang kampung dengan bekerja di PT PUSRI. Januari 2011, Jauhari mengundang saya ke PT PUSRI. Mei 2017 lalu, giliran Jauhari ke Tegal khusus belajar Matematika Detik.

Transformasi PPMD

Awalnya, PPMD adalah “Pusat” Pengembangan Matematika Detik, yang digawangi oleh Pak Supangat (pemilik jaringan toko buku Media Ilmu), saya, Arif Maulana (pemilik jaringan bimbel Bina Cendekia) dan Hendri Lisdiantoro (desainer andal).

PPMD melanjutkan apa yang saya lakukan bersama Hendri Lisdiantoro. Selama satu tahun, PPMD telah membuat gebrakan nyata. Tegal semakin mengenal Matematika Detik.
Namun, seiring perkembangan PPMD terasa kerdil. Tim inti perlu ditambah tatkala PPMD bekerja sama dengan UPS memperkenalkan Matematika Detik ke ribuan mahasiswa tingkat akhir dan berlanjut ke ratusan sekolah. Juga tatkala masuk ke warga NU dan Muhammadiyah. Juga tatkala menjalin kolaborasi dengan semua kampus lokal.

“Pusat” tidak lagi tepat, tatkala Matematika Detik mulai menyeberang pulang. Maka PPMD berubah menjadi “Perhimpunan” Pengembangan Matematika Detik, dengan keanggotaan lintas provinsi, bahkan lintas negara.

Tantangan ke depan semakin jauh. Dan jejaring harus dibangun jauh sebelum dibutuhkan. Teknologi digital memungkinkan semua itu menjadi jauh lebih mudah.

PPMD, ORGANISASI ERA DIGITAL

Tinggalkan komentar

Tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *