“Promosi terus di Facebook, kapan matangnya? Kapan geraknya?”, seorang sahabat mengingatkan.

Sejak pertengahan September 2017, “kerja ramai” Matematika Detik berhenti. Berfokus pada “kerja sunyi”, mengolah dan menemukan butiran inspirasi dari ribuan data yang terkumpul sejak 3 tahun terakhir.

Kerja sunyi, ibarat induk ayam yang sedang mengerami telor-telornya atau fase kepompong, adalah fase yang sangat berat. Siang-malam saya menguji konsep dengan data, memeriksa apakah suatu prosedur sudah sederhana dan dampaknya nyata, … , Saya berdengung kencang. Namun, dari sudut pandang pengamat, seolah Matematika Detik gregetnya hilang.

Sesekali, melepas jenuh, saya muncul ke Facebook. Berdengung dengan dengungan yang tertangkap telinga. Dan teman Facebook berkomentar sinis, “Promosi terus, kapan matangnya?”

Keluaran dari proses sunyi ini adalah buku Matematika Detik seri ke-2 untuk instruktur (orangtua, guru, dsb) beserta modul yang nanti dikerjakan oleh setiap siswa. Idealnya nanti, untuk buku cukup satu guru atau satu sekolah satu, tapi untuk modul setiap siswa satu. Modul itulah yang akan bergulir terus-menerus.

Sebentar lagi, insya Allah kerja sunyi selesai. Segera nanti ke Cikarang, Bekasi, ke Sekolah Islam Terpadu (SIT) Cordova, melatih sekitar 40 calon instruktur Matematika Detik supaya Matematika Detik dapat menjadi muatan lokal di sana.

NYAMUK TIDAK HANYA BERDENGUNG DI DEKAT TELINGA

Tinggalkan komentar

Tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *