26 Juli 2008, tepat satu tahun sejak peluncuran Titik Ba di Klonengan, Margasari, kali pertama Ahmad Thoha Faz mengadakan pelatihan Metode aRTi untuk guru / karyawan. Di SMK Negeri 1 Slawi.

Sejak itu, sejumlah pelatihan serupa dilakukan, terutama di Kota dan Kabupaten Tegal.  Yang terbesar adalah pelatihan satu minggu bagi aktivis SMA se-Kota Tegal, yang dibuka di Riez Palace Hotel, Januari 2009. Dua tahun kemudian, 1-2 Januari 2011, di kompleks PT PUSRI Palembang.

Kali terakhir, di hadapan kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Tegal, 11 April 2011. Bertepatan dengan munculnya berita di Suara Merdeka, tentang pelatihan 1000 guru dan rencana menjadikan Kabupaten Tegal sebagai laboratorium raksasa Metode aRTi.

Sambutan peserta di Dinas Dikpora begitu antusias. Bersama Pak Edy Budianto (kabid tenaga kependidikan, sekarang kepala BKD), Thoha membahas pelatihan 1000 guru.

Namun mengingat sedang gonjang-ganjing politik, tatkala Bupati AR tersandung masalah korupsi, Thoha memutuskan menghilang dulu dari keramaian di Kabupaten Tegal. Selain itu, melanjutkan rekomendasi dari seminar Metode aRTi di IER Universitas Paramadina di Wisma Kodel, saya berfokus menerjemahkan Metode aRTi lebih konkret lagi, sehingga lahirlah Matematika Detik.

5 tahun sudah berlalu. Bersama PPMD (Pusat Pengembangan Matematika Detik) yang dinahkodai Arif Maulana, lulusan Teknik Kimia ITS yang juga si pemilik jaringan bimbel Bina Cendekia,  menurut Thoha, inilah saatnya kembali ke Slawi.

KEMBALI KE SLAWI?

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *