Kemarin, seorang sahabat Facebook memberi saran menarik, supaya saya berguru kepada mursyid yang mengajarkan ajaran Sunan Kalijaga. Juga kepada mursyid yang mengajarkan ajaran “Syaikh” Siti Jenar. Saya tidak tahu, siapa kedua mursyid yang dimaksud. Semoga Allahu ta’ala memudahkan pertemuan.

Tadi malam, tiba-tiba seorang menyapa melalui WhatsApp. Ternyata beliau seorang “salik” tarekat. Beliau juga seorang master sosiologi lulusan Australia. Beliau memperkenalkan sampul sejumlah buku, kebanyakan berbahasa Inggris.

Kepada beliau, saya tanyakan tentang #TitikBa versi Sunan Kalijaga. Beliau menyarankan satu nama.

Beberapa bulan yang lalu, seorang sahabat lain memberi saran, supaya lebih berfokus pada #MatematikaDetik, bukan Titik Ba. Saya mendengar, saya mencatat dalam hati.

Saya bisa memahami, karena begitu mudahnya masyarakat kita terjebak pada sesuatu yang berbau mistis dan klenik. Titik Ba, alih-alih membersihkan hoax-story dan mitos, malah menjadi sumber kekacauan nalar jenis baru.

Wallahu a’lam.

Gambar mungkin berisi: 1 orang
Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.
KALIJAGA – SITI JENAR

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *